22/08/2018
Assalamualaikum
Berkomunikasi lewat apapun dgn sesama pembudidaya sidat, walau sebentar pasti ada manfaat yg berguna.
Banyak sudah paguyuban ataupun organisasi yg terkait budidaya sidat, apakah sudah bisa menampung aspirasi dan solusi seluruh pembudidaya sidat?
Banyak juga yg sudah membuka dan melakukan seminar tentang budidaya sidat. Bahkan sdh sampai yg angkatan ke 100 lebih. Anggap saja 1 angkatan seminar diikuti 20 orang. Berarti sdh ada 2.000 orangcalon/pembudidaya sidat.
Jika 1 peserta dikenakan biaya Rp 1.000.000 (bahkan ada lebih biayanya), berarti penyelenggara sdh mengantongi sekitar Rp 2.000.000.000.
Jika 1 orang peserta seminar sdh berani/bisa menjadi pembudidaya dan menghasilkan 1 ton hasil panen, maka penyelenggara seminar bisa mengkordinir hasil panen sebanyak 2.000 ton. Kalau ini bisa terjadi, pembudidaya di Indonesia bisa mengalahkan perusahaan perusahaan besar yg notabene adalah perusahaan asing/PMA.
Jika harga panen nya dihargai minimal Rp 150.000/kg, jumlah yg wahhhhh...
Tapi apakah ini terjadi dan menjadi kenyataan???
Jangan jangan penyelenggara seminar bisnisnya hanya membuka seminar saja, bukan pembudidaya. Atau fokusnya hanya membuka seminar, bukan bisnis budidaya sidat.
Ada 1 teman baik saya salah satu pembudidaya di Cilacap, Pak Giyono yg sdh bertahun tahun menggeluti budidaya sidat. Beliau menggratiskan dan membuka kesempatan bagi pembudidaya yg ingin belajar. Salut dan hormat saya untuk beliau.
Ada beberapa teman pembudidaya yg sdh lama saya kenal, yg masih menjalin komunikasi yg baik dgn saya. Dan tidak sedikit p**a yg sdh putus komunikasi karena perbedaan pandangan , bahkan ada juga yg berbuat tidak layak/tidak menyenangkan/menghasut.
Yg saya yakini bahwa orang baik akan bertemu dan berkumpul dengan orang baik.
Mari kita buktikan bhw pembudidaya sidat di Indonesia, mampu menciptakan iklim bisnis yg baik dan hasil panen ikan sidat yg berkwalitas.
Kita mampu!!!
Kita bisa!!!
Salam budidaya!!!