Says Farm

Directions

Says Farm Memberikan info-info tentang segala sesuatu yang bersangkutan dengan usaha manusia untuk beternak
(1)

CARA MENGHITUNG FCR & IP AYAM BROILER1. Cara Menghitung FCR Ayam BroilerFCR adalah singkatan dari feed convertion ratio,...
30/09/2023

CARA MENGHITUNG FCR & IP AYAM BROILER

1. Cara Menghitung FCR Ayam Broiler

FCR adalah singkatan dari feed convertion ratio, yaitu konversi pakan terhadap daging. FCR digunakan untuk mengetahui berapa jumlah pakan untuk menghasilkan 1 kg daging. Semakin kecil nilai FCR maka semakin bagus.

Rumus FCR adalah pakan total (kg) dibagi dengan bobot total (kg).

FCR = pakan total (kg) : bobot total ayam hidup (kg)

Misalnya saat panen dihasilkan 5000 ekor ayam dengan bobot rata-rata 1,5 kg. Berarti bobot totalnya 7500 kg.

Pakan yang dihabiskan sebanyak 200 sak dimana 1 sak beratnya 50 kg. Berarti pakan totalnya adalah 10000 kg.

FCRnya 10000 : 7500 = 1,3.

Berarti untuk menghasilkan 1 kg daging dibutuhkan sekitar 1,3 kg pakan.

2. Cara Menghitung IP Ayam Broiler

IP adalah singkatan dari index performance, merupakan angka yang menunjukkan tingkat keberhasilan produksi ayam broiler dalam satu periode. IP diperngaruhi oleh diantaranya FCR, kematian, dan terutama bobot dan umur panen.

Semakin kecil umur panen dengan bobot yang tinggi maka IP akan bagus. Semakin besar nilai IP berarti performa produksi semakin bagus.

Rumus IP adalah:

IP = (Persentase ayam hidup x Berat rata-rata) : (FCR x Umur) x 100

Contoh sebuah peternakan memelihara 10.000 ekor ayam. Pada umur 35 hari ayam yang dipanen 9.000 ekor. Berat rata-rata ayam adalah 1,7 kg. Total pakan yang dihabiskan 15.000 kg.

Maka:

Persentase ayam hidup = 100 - Deplesi
Deplesi adalah penyusutan ayam, bisa karena kematian atau afkir. Rumus deplesi = (Populasi awal - Jumlah ayam panen) x 100% : Populasi awal. Jadi deplesi = (10.000 - 9.000) x 100% : 10.000, hasilnya 10%.
Presentase ayam hidup = 100 - 10, hasilnya 90%.
Berat rata-rata = 1,7 kg.
FCR = 15.000 : (9.000 x 1,7), hasilnya 0,9.
Umur panen = 35.
IP = (90 x 1,7) : (0,9 x 35) x 100
IP = (153 : 31,5) x 100
IP = 4,85 x 100
IP = 485
Tapi bagaimana cara menghitung umur panen jika panennya dilakukan bertahap. Misalnya:

Tanggal 10 memanen 5.000 ekor ayam di umur 29 hari, tanggal 12 memanen 4.000 ekor ayam di umur 31 hari, dan tanggal 13 memanen 1.000 ekor ayam di umur 32 hari.

Rumusnya adalah:

Umur Tangkap = (Umur x Jumlah) + (Umur x Jumlah) + (Umur x Jumlah) : Total Tangkap
Umur Tangkap = (29 x 5.000) + (31 x 4.000) + (32 x 1.000) : (5.000 + 4.000 + 1.000)
Umur Tangkap = (145.000 + 124.000 + 32.000) : 9.000
Umur Tangkap = 301.000 : 9.000
Umur Tangkap = 33,4 hari

Contoh Usaha Peternakan Hewan UnggasBerikut adalah contoh dari jenis usaha peternakan unggas. Grameds, yuk simak ulasan ...
30/09/2023

Contoh Usaha Peternakan Hewan Unggas

Berikut adalah contoh dari jenis usaha peternakan unggas. Grameds, yuk simak ulasan di bawah ini.

1. Peternakan Ayam

Beternak ayam dibagi menjadi dua yaitu, ayam petelur dan ayam pedaging. Sesuai dengan namanya ayam petelur hanya dimanfaatkan telurnya. Lalu ayam pedaging hanya dimanfaatkan dagingnya. Keduanya perlu diperhatikan dalam sistem pemeliharaannya agar tetap sehat dan menghasilkan telur dan daging yang berkualitas.

Dalam beternak ayam perlu diperhatikan tempat kandang ayam dengan pemukiman warga. Hal ini disebabkan karena ayam umumnya menimbulkan bau dari tubuh ayam dan kotorannya. Untuk menghindari perselisihan dengan warga, maka sebaiknya carilah lahan luas yang jauh dari pemukiman.

Untuk beternak ayam petelur, bagi menjadi dua kandang yaitu kandang koloni dan baterai. Kandang koloni digunakan untuk meletakkan semua ayam ternak. Sedangkan kandang baterai digunakan untuk ayam yang bertelur, jumlah ayamnya pun dibatasi agar ayam nyaman saat bertelur.

Seperti ternak pada umumnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam beternak ayam yaitu; pemilihan bibit, pemilihan lokasi dan kandang ayam, pakan yang berkualitas, pemeliharaan kesehatan, serta panen ayam. Pelajari lebih lengkap bagaimana cara beternak ayam melalui buku Rahasia Sukses Beternak Ayam Kampung dibawah ini.

2. Peternakan Bebek

Beternak bebek tidak jauh beda dengan beternak ayam. Peternak membagi dua antara bebek petelur dan bebek pedaging. Yang mana bebek petelur dimanfaatkan dagingnya, dan bebek pedaging dimanfaatkan telurnya.

Dalam beternak bebek perlu banyak hal yang diperhatikan seperti beternak ayam. Hal yang utama adalah kandang. Jika kalian ingin beternak bebek petelur, maka usahakan agar kandang dalam kondisi kering. Caranya dengan menjaga kestabilan suhu pada angka 35-40 derajat celcius.

Di dalam kandang bebek, usahakan kelompokkan bebek berdasarkan ukuran tubuh agar bebek yang lebih besar tidak menyakiti bebek yang kecil.

Saat masa panen, bebek petelur terlihat masa panen saat sudah memproduksi telur. Usahakan saat panen bebek petelur sebaiknya bebek dikeluarkan terlebih dahulu untuk memudahkan proses panen. Sedangkan bebek pedaging akan terlihat dari ukuran tubuh yang sudah ideal ketika ingin dipanen.

Bagi Grameds yang memiliki ketertarikan untuk memulai usaha peternakan bebek, buku Beternak Bebek Hibrida Gungsi bisa menjadi referensi yang tepat karena isinya yang bagus, praktis, mudah dicerna, serta mudah diterapkan.

3. Peternakan Angsa

Angsa merupakan salah satu jenis unggas yang dapat dimanfaatkan daging dan telurnya, karena hal itu angsa dibagi menjadi angsa petelur dan pedaging. Beternak angsa memang tidak sebanyak ternak ayam dan bebek. Namun, beternak angsa memiliki beberapa kelebihan.

Angsa memiliki tubuh yang lebih besar. Selain tubuhnya, telurnya pun juga besar. Daging di dalam tubuh angsa lebih padat dibanding unggas lain. Lalu, harga angsa jauh lebih mahal dibandingkan unggas lain. Karena, harga yang tinggi ini bisa jadi usaha yang menjanjikan.

Dalam pemilihan bibit angsa petelur, pilihlah yang selalu memproduksi banyak telur. Sedangkan untuk angsa pedaging carilah angsa yang gemuk agar daging lebih banyak dan padat.

Kandang angsa juga harus diperhatikan, yakni sediakanlah air untuk angsa. Angsa adalah hewan yang sering berenang dan mandi untuk mencelupkan kepalanya. Angsa akan korosi di bagian paruhnya jika tidak pernah dibasuh dengan air.

Bagian terpenting adalah saat panen. Angsa akan terlihat agresif ketika sedang mengerami telurnya, maka usahakan jauhi angsa saat masa bertelur. Angsa juga tidak pandai dalam mengerami karena bulunya yang kurang hangat, hal ini bisa disiasati dengan menaruh telur angsa ke dalam sarang telur ayam agar dapat menetas maksimal.

4. Peternak Burung Puyuh

Burung puyuh merupakan jenis unggas yang tidak bisa terbang. Seperti pada unggas lainnya, ternak burung puyuh juga dibagi menjadi dua yaitu burung puyuh petelur dan pedaging. Ternak burung puyuh juga dapat menghasilkan omset yang besar.

Dalam beternak burung puyuh, jika sudah afkir ada bisa memanfaatkan sebagai burung pedaging atau kotorannya juga untuk dijadikan pupuk dan makanan ikan.

Perhatikan kandang burung puyuh, jaga kestabilan suhunya di antara 20-25 derajat celcius. Kelembaban udaranya pun dijaga sekitar 3-80%, yakni dengan lampu 25-40 watt di siang hari dan 40-60 watt di malam hari.

Sediakan kandang yang berbeda fungsi, yaitu ada kandang petelur, pembibit, anak puyuh, dan puyuh grower. Tempatkan burung puyuh sesuai dengan produktivitasnya agar tidak terganggu.

Jangan lupa untuk memberi pakan untuk burung puyuh. Burung puyuh anakan bisa diberi makan 2 kali sehari pagi dan siang. Sedangkan burung puyuh dewasa hanya cukup di pagi hari saja.

7 Tips Ternak Kelinci Pedaging untuk Pemula yang Ingin BerbisnisSelain dikenal sebagai hewan peliharaan yang lucu, tapi ...
29/09/2023

7 Tips Ternak Kelinci Pedaging untuk Pemula yang Ingin Berbisnis

Selain dikenal sebagai hewan peliharaan yang lucu, tapi juga bisa diternakan. Sahabat pasti sudah tidak asing bahwa ada kelinci pedaging yang bisa dikembangbiakan sebagai komoditas usaha. Tak heran, kelinci memang relatif mudah untuk dikembangbiakkan dengan modal yang tidak terlalu besar.

Pemula yang ingin membudidayakan kelinci bisa mulai memperhatikan cara beternak yang baik. Seperti halnya hewan ternak lain, memang butuh perhatian untuk mulai beternak. Namun, pengembangbiakkan kelinci pedaging yang mudah dirawat seringkali dijadikan sebagai pilihan untuk sumber penghasilan bisnis pemula.

Pernah berpikir untuk melakukan budidaya kelinci pedaging? Jika sahabat berencana ingin melakukan bisnis ternak kelinci pedaging, mari simak beberapa tips berikut ini.

1. Pilih jenis kelinci yang tepat

Tips ternak kelinci pedaging adalah memilih terlebih dahulu jenis kelinci yang bisa dikembangbiakkan karena jenisnya berbeda dengan kelinci peliharaan. Sahabat bisa memilih jenis kelinci New Zealand White atau Flemish Giant yang berbadan lebar. Yap, tidak semua jenis kelinci cocok di ternak sebagai kelinci pedaging.

Seperti namanya, kelinci New Zealand White memiliki bulu putih albino dengan berat hingga 5 kg dan bisa melahirkan 10 – 12 anak. Kelinci Flemish Giant memiliki warna bulu yang beragam dengan tubuh panjang dan telinga lebar dengan berat hingga 10 kg.

2. Perhatikan indukan kelinci pilihan

Hal terpenting dalam beternak adalah memilih bibit induk yang berkualitas. Sahabat harus benar-benar memperhatikan indukan kelinci yang sehat dengan bobot minimal 4 kg untuk kelinci betina dan 3 kg untuk kelinci jantan. Kualitas kelinci sangat berpengaruh pada perkembangan ternak yang akan dibudidayakan. Jadi, pastikan pilih indukan terbaik, ya!

3. Siapkan kandang yang baik

Kandang yang bisa sahabat siapkan untuk membudidayakan kelinci bisa terbuat dari kayu atau bambu. Satu kandang biasanya berukuran 200 x 70 cm untuk menampung 10 – 12 ekor kelinci. Pastikan setiap kandang diletakkan di lokasi yang jauh dari keramaian. Pisahkan kelinci jantan dan betina untuk menghindari perkawinan dini.

4. Pilih pakan berkualitas

Jangan lupa untuk menyiapkan tempat pakan dan air minum untuk kelinci. Biasanya, kelinci pedaging mendapatkan perlakuan berbeda dengan kelinci peliharaan. Sahabat bisa memberikan nutrisi piterna dan hormonik untuk pakan kelinci. Berikan sebanyak dua kali sehari agar kelinci cepat gemuk. Selain itu, bersihkan kandang secara teratur juga, ya!

5. Pelajari cara mengawinkan kelinci

Usia perkawinan kelinci betina adalah 6 bulan, sedangkan kelinci jantan 8 bulan. Saat mengawinkan kelinci, biarkan kelinci betina beristirahat 10 – 15 menit dan masukkan kembali ke dalam kandang hingga kelinci berhenti melakukan proses perkawinan. Waktu yang tepat untuk mengawinkan kelinci adalah sore atau pagi hari.

6. Rawat anakan kelinci dengan baik

Setelah proses melahirkan anak kelinci, rawat anak kelinci dengan memberikan makanan yang mudah dicerna seperti potongan wortel dan sayuran. Tambahkan juga nutrisi seperti memberi makan indukan. Jangan lupa untuk membersihkan kandang secara rutin agar proses pertumbuhan anak kelinci berlangsung dengan cepat.

7. Panen di usia yang ideal

Pastikan juga untuk memanen kelinci di usia yang ideal. Kelinci pedaging yang sehat dan ideal baru bisa dipanen pada saat memasuki bulan ke-3 atau ke-4. Di usia tersebut, satu ekor kelinci bisa dijual dengan harga Rp 80 ribuan.

Jika sahabat sudah mempraktekkan tips ternak kelinci pedaging yang benar, kelinci akan tumbuh dengan sehat. Dengan begitu, hasil ternak kelinci pedaging bisa terus dipanen dalam kondisi terbaik. Sahabat juga bisa mengembangbiakkan kelinci pada kondisi optimal.

Informasi Penting untuk Pemula yang Tertarik Ternak Kambing dan DombaSaat memulai ternak kambing dan domba, para pemula ...
29/09/2023

Informasi Penting untuk Pemula yang Tertarik Ternak Kambing dan Domba

Saat memulai ternak kambing dan domba, para pemula seringkali menghadapi kesulitan dan kebingungan karena semuanya baru dipelajari. Meski terbilang sulit dan melelahkan, Anda tidak boleh putus asa karena itu merupakan bagian proses yang harus dilewati untuk menjadi peternak kambing dan domba. Salah satu modal penting yang harus dimiliki, bahkan dari sejak sebelum memulai usaha ternak adalah wawasan.

Usaha ternak kambing dan domba tidak boleh dilakukan sembarangan. Itu sebabnya Anda memerlukan wawasan yang memadai. Ada banyak hal yang perlu Anda ketahui. Berikut ini informasi penting untuk memulai ternak kambing dan domba.

1. Lokasi ternak kambing yang tepat

Pada dasarnya, kambing dan domba memiliki daya adaptasi yang tinggi terhadap kondisi lingkungan sehingga usaha ternak bisa dilakukan di daerah pantai yang panas hingga daerah pegunungan yang dingin. Namun, Anda harus tahu, ada beberapa daerah tertentu yang dapat membuat pertumbuhan kambing optimal. Daerah yang ideal bagi kambing dan domba adalah daerah bertemperatur sekitar 25–30°C dengan tingkat kelembapan udara tidak begitu tinggi.

Di daerah dengan tingkat hujan yang tinggi kurang baik bagi kambing, walaupun daerah tersebut dapat menyediakan sumber pakan hijauan yang banyak. Intensitas hujan yang tinggi dapat menyebabkan tingkat kelembapan juga tinggi. Kondisi tersebut kurang baik karena bisa menyebabkan ternak mudah terserang penyakit, salah satunya flu.

Selanjutnya, ternak lebih mudah dilakukan pada lahan datar dibanding daerah miring seperti bukit. Anda juga harus memperhatikan sumber air yang digunakan untuk minum, membersihkan alat dan kandang, serta pengairan lahan kebun rumput. Air bersih yang mengalir dianggap lebih baik dan murah dibanding air tanah yang didapatkan dengan p***a.

2. Kiat menjaga ternak agar selalu fit

Penyakit menjadi rintangan yang bisa diminimalisir. Menjaga ternak selalu fit menjadi salah satu langkah penting mencegah penyakit. Kunci keberhasilan menjaga kesehatan ternak adalah kebersihan kandang dan suplai pakan.

3. Jumlah ternak jantan dan betina

Pada dasarnya, jumlah ternak jantan dan betina cukup bervariatif, bergantung pada cara perkawinan yang akan digunakan. Bila ingin menggunakan sistem perkawinan alami yang dilepas secara bebas di lapangan, perbandingan jantan dan betina yang digunakan adalah 1:10–20 ekor. Sistem kawin dituntun atau hand matting dapat menggunakan perbandingan jantan dengan betina 1:20 ekor.

Adapun sistem kawin suntik atau inseminasi buatan tidak memerlukan ternak jantan. Anda hanya perlu membeli semen dari balai inseminasi.

4. Jumlah ternak yang cocok untuk pemula

Jumlah ternak yang cocok untuk pemula harus disesuaikan dengan besaran modal yang dimiliki. Bila modal besar, Anda bisa menggunakan jumlah yang besar. Namun, memelihara ternak dalam jumlah yang besar untuk pertama kalinya dapat menyebabkan Anda kelabakan. Sebagai pemula, Anda bisa memulai dengan memelihara 1 jantan dan 10 betina untuk belajar.

Peternakan termasuk sektor usaha yang dijalankan masyarakat Indonesia dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Disadari atau ...
29/09/2023

Peternakan termasuk sektor usaha yang dijalankan masyarakat Indonesia dalam rangka memenuhi kebutuhannya. Disadari atau tidak, banyak penduduk yang sangat menggantungkan hidupnya pada hasil peternakan, seperti daging dan susu.

Apa itu peternakan?

Dikutip dari buku Kewirausahaan Biologi (2022) oleh Andi Taskirah dkk, peternakan adalah kegiatan untuk mengembangbiakkan serta budi daya hewan untuk mendapatkan manfaatnya.

Berdasarkan Pasal 1 ayat (1) UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan, berikut pengertian peternakan: "Peternakan adalah segala urusan yang berkaitan dengan sumber daya fisik, benih, bibit, dan/atau bakalan, pakan, alat, dan mesin peternakan, budi daya ternak, panen, pascapanen, pengolahan, pemasaran, dan pengusahaannya." Perlu dipahami bahwa pengertian peternakan tidak terbatas pada pemeliharaan. Karena tujuan utama sektor ini adalah mencari keuntungan dengan penerapan prinsip manajemen.

Dilansir dari buku Optimalisasi Potensi Desa (2019) karya Icuk Rangga Bawono dan Erwin Setyadi, peternakan dibagi menjadi dua jenis berdasarkan ukuran hewannya:
Peternakan hewan besar, contohnya sapi, kerbau, dan kuda.
Peternakan hewan kecil, contohnya ayam, bebek, dan kelinci.

Hasil utama peternakan Dikutip dari buku Teknologi Hasil Ternak (2020) karya Soewarno T. Soekarto, hasil peternakan dapat dibagi menjadi tiga, yakni hasil utama, hasil samping, dan bahan limbah.

Untuk hasil utama peternakan, umumnya berbentuk bahan pangan hewani, seperti daging, telur, dan susu. Misalnya daging kambing, telur ayam, susu sapi, dan lain sebagainya. Hasil samping peternakan merupakan bahan non-pakan, seperti kulit, tulang, tanduk, dan bulu hewan. Sedangkan bahan limbah adalah bahan dari proses pemanenan usaha yang belum bisa dimanfaatkan dan masih menjadi beban usaha.

Address

Pekalongan

Website

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Says Farm posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Shortcuts

Share

Category