15/08/2022
Anda yang memiliki 1 ekor indukan dan 1 ekor pejantan masih bingung bagaimana caranya supaya bisa menghasilkan keuntungan berlipat ganda ?
Sebelumnya pasti akan timbul pertanyaan-pertanyaan.
Memang bisa???
Jawabannya sangat sederhana, bisa asalkan tau caranya.
Lalu gimana caranya??
Langsung kita bahas, lanjuttt
Semua bisnis besar dimulai dari kecil jadi bagi kawan kawan peternak pemula yang hanya memiliki sedikit modal bahkan hanya punya modal 1 indukan dan 1 pejantan, tenang saja jangan risau atau khawatir bahwa peluang anda sukses tidak akan tertutup.
Ada satu kunci kesuksesan yang perlu anda ketahui yakni
TERUS BELAJAR
Belajar untuk apa. Banyak hal yang harus anda pelajari untuk bisa sukses didalam hal apapun mulai dari belajar teori, belajar memahami konsep, belajar untuk menahan emosi dalam mengatur keuangan, belajar dari kegagalan sampai belajar menerima hasil yang tidak sesuai perkiraan dan masih banyak yang lainnya termasuk belajar untuk bersabar. Intinya jangan pernah berhenti belajar.
Tentunya dengan modal kecil yang anda miliki anda membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk bisa mengembangkan bisnis anda dari pada mereka mereka yang memiliki modal lebih, walaupun tidak ada jaminan bahwa modal besar akan menghasilkan sesuatu yang besar.
Kuncinya adalah KESABARAN.
Kesabaran untuk apa?? Kesabaran untuk melewati proses demi proses, sakit demi sakit dan masih banyak lagi.
Kita ambil contoh sepasang indukan dan pejantan unggas bisa menghasilkan telur 10 sampai 20 butir dalam sekali periode bertelur, biasanya periode bertelur ini terjadi setiap bulannya dan berbeda-beda tergantung jenis unggasnya.
Tetapi ketika perlakuan anda berbeda dan anda tidak memahami konsepnya maka sepasang unggas ini akan menghasilkan telur kurang dari standartnya, contoh indukan ayam dalam sekali periode bertelur bisa menghasilkan maksimal 15 sd 20 butir, kalau konsepnya tidak anda pahami maka produksi telurnya akan berkurang bisa hanya 10 telur saja. Lalu apa salahnya?? Tidak ada salahnya, akan tetapi ketika anda mau belajar konsep dan teori supaya ayam ini bisa bertelur lebih banyak bukannya sayang bukan.
Kalau pengalaman admin. Admin menggunakan konsep kandang baterai untuk indukan ayam dengan sistem perkawinan kawin duduk. Jadi setelah setiap hari di kawin kan setelah itu indukan akan dimasukkan didalam kandang baterai. Dengan begitu si indukan akan bertelur didalam kandang baterai dan bisa langsung diambil.
Pada dasarnya indukan ayam memiliki insting berapa jumlah telur yang sudah dihasilkan, contoh ketika si indukan bertelur di petarangan mereka akan menghitung, bukan menghitung seperti manusia dengan angka tetapi dengan insting apakah jumlah telur yang dihasilkan sudah cukup untuk ditutupi tubuhnya ketika mengerami, ketika dirasa sudah cukup jumlahnya maka dia akan berhenti bertelur. Berbeda ketika menggunakan kandang baterai atau bisa dengan kandang petarangan tetapi telurnya langsung diambil. Mereka berfikir bahwa telur yang dia produksi belum cukup untuk dierami maka akan terus bertelur. Dengan konsep ini maka indukan akan bertelur lebih banyak dari normalnya dan itu lebih bagus bukan.
Akan tetapi konsep ini tidak cocok untuk penetasan menggunakan sistem alami atau pengeraman, karena pasti telur yang banyak tersebut tidak muat. Oleh karena itu kami sarankan untuk menggunakan mesin penetas telur, dengan mesin penetas telur kawan-kawan bisa memproduksi bibit dengan jumlah besar tergantung Kapasitas mesin yang dimiliki. Contohnya ketika setiap bulannya indukan unggas kawan-kawan mampu memproduksi 20 butir maka dengan mesin penetas anda bisa menghasilkan maksimal 20 ekor bibit ayam. Berbeda apabila anda menggunakan sistem pengeraman alami yang bisa dipastikan jumlah telur yang dierami hanya bisa untuk maksimal 10 sd 14 butir saja belum lagi ayam anda akan berhenti bertelur selama 21 hari untuk mengerami dan belum lagi masa berhenti bertelur setelah mengerami yang padahal apabila menggunakan konsep yang sudah dijelaskan diatas waktu mengerami tersebut bisa digunakan untuk bertelur. Sayang bukan.
Inilah yang dimaksud harus belajar untuk memahami konsep.
Apabila anda mampu memproduksi 20 ekor bibit ayam per bulan dan apabila masa panen ayam kampung di usia 3,5 sd 4 bulan untuk menghasilkan bobot 1 sd 2 kg bahkan bisa lebih tergantung jenis ayam yang diternakkan. Anda hanya butuh waktu 4 bulan saja atau 4 kali produksi untuk bisa panen 20 ekor ayam per bulannya. Lumayan bukan
Atau anda masih punya opsi jumlah ayam tersebut anda jadikan indukan untuk memperbanyak produksi bibitnya,
Bayangkan apabila anda mampu memproduksi bibit ayam contohnya 100 ekor per minggu dengan harga per ekor 6500 maka anda akan menghasilkan OMSET 650.000 per minggu atau 2.600.000 per bulan, lumayan bukan
Dan jumlah ini bisa diperbanyak lohh, tergantung Kapasitas mesin penetas telur yang anda miliki. Akan tetapi admin sarankan untuk mencari mesin penetas yang memiliki jaminan kualitas, garansi dan full otomatis yang bagus karena mesin penetas ini adalah salah satu ujung tombok bisnis anda selain indukan unggas, disisi lain setiap produsen mesin penetas telur memiliki kualitas berbeda beda jadi anda harus cermat memilih.
Oleh karena itu kami Mesin Tetas Indonesia salah satu distributor mesin penetas telur terbesar di Indonesia dengan sistem mesin yang full otomatis mencipatkan berbagai mesin sesuai dengan kebutuhan anda dan budget anda.
Konsultasi ➡️ bit.ly/OrderMesinTetasOtomatis
Shopee ➡️ shopee.com/mesintetasindonesia
Tokopedia ➡️ tokopedia.com/mesintetasindonesia