06/08/2020
Teknologi baru BIOBOOST dengan Coating System dan Nano Technology ini, menjadikan BioBoost sebagai pupuk hayati yg lebih sempurna, efektif dan tahan lama.
Juga merupakan jenis pupuk yg secara unik mampu menghimpun sejumlah mikroba yang bekerja untuk penyediaan:
1. Hara Makro Primer (N, P dan K)
2. Hara Makro Sekunder (Ca, Mg, S)
3. Hara Mikro (CI, Fe, Mn, Cu, Bo, Mo, Zn)
4. Hormon Pertumbuhan (Sitokinin, Giberilin, Auksin/AA)
Yg tentu saja dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kesuburan tanah.
Inovasi riset yang dilakukan pada BioBoost berhasil menghimpun jenis-jenis mikroorganisme penting yang memberi manfaat dan dibutuhkan dalam proses penyediaan hara makro dan mikro dengan fungsi masing-masing yang mendukung peningkatan produksi pertanian secara keseluruhan.
Komposisi BioBoost:
-Azotobacter sp 1,7 x 10 9cfu/ml
-Azospirillium sp 1,5 x 10 8cfu/ml
-Bacillus sp 1,8 x 10 9cfu/ml
-Pseudomonas sp 8,8 x 10 7cfu/ml
-Cytophaga sp 1,4 x 10 9cfu/ml
Isi dan Kandungan BioBoost:
a). 165 genus dengan turunannya 4300 spesies mikroorganisme
b). Air yang digunakan untuk fermentasi atau campuran dasar memiliki pH 9 (air alkali)
c). Mengandung hormon-hormon untuk pertumbuhan
d). Mengandung Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) diatas 1000 ppm
e). Mengandung anti jamur (trichoderma sp), dapat membentu menghilangkan jamur yang ada dibatang dan akar tanaman
f). Mengandung zat asam-asaman;
- Asam Humat
- Asam Absisat
- Asam Amino
- Asam Fulvat
- Asam Galat
- Asam Laktat
- Etilen
- Dan beberapa asam-asaman yang dibutuhkan alam
g). Hara Makro-Mikro dengan kandungan diatas rata-rata
h). Prosentase kandungan bakteri;
- Aerob 20%
- Anaerob 80%
i). Nano Technology
j). Cytophaga sp terbaik yang hanya ada didalam BioBoost
k). pH air BioBoost 3,56
l). Jenis bakteri di dalam BioBoost;
- Bakteri pelarut Posfat
- Bakteri pelarut Kalium
- Bakteri penambat N
- Bakteri pengubah Nitrit menjadi Nitrat
- Bakteri komersial untuk Bioremediasi
m). Mikroorganisme penekan angka mikroorganisme yang bersifat phatogen
n). Angka populasi mikroba dalam BioBoost saat ini sudah mencapai minimal 10 pangkat12
Jenis-jenis mikroba dan enzim tersebut dapat bekerja secara maksimal sehingga terjadi penghematan penggunaan pupuk kimia ( Urea, TSP, KCl) hingga pupuk kandang hingga 50%. Sedangkan hormon tumbuh, dengan dosis tinggi mampu memacu pertumbuhan tanaman (jumlah anakan pada padi) dan secara otomatis meningkatkan kapasitas produksi.