01/10/2026
Sedikit sharing kepada sobat² peternak yang baru mau memulai, masih pemula, atau bahkan sudah lama mulai namun keuntungan dalam beternak ayamnya belum maksimal, ini ada tiga tips agar keuntungan dalam beternak ayam kampung maksimal namun minim resiko yang akan saya share berdasarkan teori selama perkuliahan dan pengalaman dalam beternak :
1. Pahami Management Populasi per Periode
Kebanyakan peternak berpikir kalau semakin banyak populasi, keuntungan yang diperoleh akan semakin besar, padahal realitanya semakin banyak populasi resiko Kematian pasti lebih tinggi, dan jika panen dalam waktu yang bersamaan akan bingung mencari market pasar, ujung²nya jual ke tengkulak dengan harga yang sangat murah.
Lebih baik mulai skala kecil sembari ciptakan market penjualan secara langsung, serta bermain siklus penjualan mingguan.
2. Potong rantai penjualan
Rantai penjualan pada umumnya Peternak > Bandar > RPH > Konsumen, jika menerapkan konsep seperti ini, harga jual peternak akan ditekan se minimal mungkin supaya rantai pasok tetap memperoleh ke untungan, peternak menanggung resiko penyakit, kematian, dan gagal panen, biaya operasional pemeliharaan keluar, serta tenaga selama masa pemeliharaan terkuras namun yang memperoleh keuntungan terbesar yaitu tengkulak.
Solusinya peternak harus jual langsung ke konsumen.
3. Pahami konsep pakan
70% biaya operasional ada di pakan, banyak peternak yang rugi karena salah dalam me manage pakan, faktor utamanya ya....karena ikut-ikutan, konten formulasi pakan di media sosial yang tujuannya hanya untuk viral tanpa melihat impactnya bagi peternak.
Pembahasan tentang pakan akan kita share di postingan berikutnya, buat kalian yang mau belajar seputar dunia perunggasan, jangan lupa follow ya sobat ☺️