20/04/2025
SELINGKUH
"Di mana Mas?" Chat Sumiati pada Anwar suaminya.
"Masih di kantor, aku lembur." Jawab Anwar lewat chat.
Sumiati menghela nafas dalam-dalam, suaminya berbohong, ia sebenarnya berada tepat di belakang mobil suaminya, ia sengaja mengikuti suaminya sejak ia pulang dari kantor.
Sumiati sangat curiga karna belakangan ini suaminya sering pulang malam dengan alasan lembur, padahal ia tau kalau kerjaan suaminya jarang bahkan tidak pernah lembur sampai larut malam, karna ayah Sumiati adalah pemilik perusahaan itu.
Ia terus membuntuti suaminya melewati gang perumahan di perkampungan yang padat.
Hingga ia melihat mobil suaminya terparkir di lapangan, dan lelaki yang telah menikahinya setahun itu keluar dari mobil lalu berjalan kaki menuju satu rumah, Sumiati kemudian mengikutinya pelan-pelan.
Sampai Anwar masuk ke dalam rumah, Sumiati masih memantau, hingga akhirnya ia beranikan diri mengetuk pintu rumah itu.
"Asalamu'alaikum." Ucap Sumiati sambil mengetuk pintu.
"Walaikumsalam," suara seorang wanita terdengar, lalu pintu terbuka.
Sumiati kaget, karna yang membukakan pintu adalah seorang wanita tua yang sangat ia kenal.
"Mak Ende? Mana suami saya?" Tanya Sumiati pada wanita itu.
"Sumi?" Tiba-tiba Anwar datang dari dalam rumah.
"Iya, kamu berbohong Mas! Katanya lembur ternyata ada di sini! Kenapa kamu ke sini? Mana selingkuhan kamu!" Bentak Sumiati pada Anwar.
Anwar terdiam, lalu tangannya memegang pundak wanita tua di depannya.
"Maafkan aku Sum, ini selingkuhan ku, aku telah berbohong padamu, sebenarnya ibuku masih ada, ini adalah ibuku." Ujar Anwar dengan wajah tertunduk.
"Ibu? Mak Ende adalah ibu mu? Kau bilang ibumu sudah tiada, apa yang sebenarnya terjadi Mas?"
"Waktu pertama aku menyatakan cinta padamu, aku malu kalau sampai kau tau Mak Ende pelayan kantor itu adalah ibuku, akhirnya aku berbohong, namun setelah kita menikah aku merasakan sangat berdosa pada ibuku, apa lagi kini ia mulai sakit-sakitan."
"Kenapa kau tak jujur sejak awal Mas? Kenapa harus berbohong?" Raut kecewa jelas terlihat di wajah Sumiati.
"Ya, itu salahku, aku malu memiliki orangtua yang dengan demi anaknya harus bekerja menjadi pelayan kantor, aku merasa sangat berdosa kini, maafkan aku." Terlihat mata Anwar berkaca-kaca.
Sumiati langsung meraih tangan Mak Ende, lalu menciumnya.
"Maafkan saya Mak Ende, karna sudah sering lancang dulu menyuruh-nyuruh Mak Ende, andai saya tau dari dulu kalau Mak Ende adalah ibu dari suami saya, pasti ga akan saya biarkan Mak Ende hidup sendiri di sini."
Mak Ende terdiam, airmatanya berlinang.
"Kau mau menerima ibuku?"
"Jelas Mas, dia ibumu, bagaimana pun juga dia adalah ibu mu, dan suatu saat nanti aku juga akan menjadi ibu, bagaimana perasanku jika memiliki anak seperti mu, yang dengan sengaja meninggalkan ibunya!"
"Maafkan aku." Kembali Anwar tertunduk.
"Minta maaflah pada ibumu, sebagai istri aku akan selalu memaafkan mu, asal kau tetap mencintaiku."
"Sudahlah, ayo kita masuk." Mak Ende mempersilahkan Sumiati untuk masuk.
Sesampainya di dalam rumah yang sempit namun rapi itu, Anwar lalu mengambil botol susu dari dalam kresek yang ia bawa tadi.
"Apa itu Mas? Awas hati-hati jangan sembarangan kasih susu untuk orangtua loh!" Ujar Sumiati melihat Anwar yang hendak menuangkan susu di botol ke dalam gelas.
"Oh, ini Susu Kambing Murni Prambanan Farm , sangat baik untuk lansia karna mengandung banyak kalsium untuk tulang dan juga mengandung prebiotik untuk kesehatan usus juga sangat banyak manfaat lainnya."
"Wah, baru tau aku kalau susu kambing itu banyak manfaatnya, beli di mana Mas?"
"Aku beli sama Bang Rivo , lewat WA di 08533561242 aman dan terpercaya pokoknya mah."
"Nanti beli untuk aku juga ya Mas."
"Iya, nanti aku belikan untuk kamu juga."
Mereka kemudian bercengkrama dengan hangat, melupakan semua kesalahan, dan berjanji untuk menjadi lebih baik lagi.
Tamat.