08/02/2021
Secuil cerita tentang Mangonkong ini.
Dahulu di tahun 80-90 an ada ayam bernama Jerangkong yang sangat tersohor di Banyuwangi. Kemenangan demi kemenangan sudah tak terhitung yang telah di raih Jerangkong.
Setiap ditarungkan di arena, lawan jerangkong selalu mengalami retak dan patah di sambungan leher dengan kepala. (hal tersebut telah di buktikan oleh pemilik ayam lawan saat kalah dan ayam tersebut di belah didapati bahwa terdapat retak dan patah di leher kepala ayam tersebut.
Saat pemilik Jerangkong ingin membudidayakan darah Jerangkong, beliau bereksperimen selama beberapa tahun dan akhirnya menemukan formulasi yang tepat dengan di kawinkan betina Mangon yang didapat dari salah satu kenalan di Negeri seberang.
Hingga saat ini sudah banyak darah/ Trah Mangonkong yang telah di keluarkan dari kandang dan telah mengukir prestasi.
Semoga kedepannya Mangonkong dapat lebih dikenal di Indonesia sebagai trah Mangonkong dan dapat berprestasi di pemilik pemilik barunya.
Kami Cello Farm sebenarnya sedikit kesulitan mendapatkan materi tersebut, dikarenakan pemilik Mangonkong tidak asal melepas materi ke sembarang orang. Infonya pembeli wajib memahami karakteristik ayam tersebut. Untungnya setelah merayu selama kurang lebih 1 tahun, kita diberikan materi 3 ekor sekaligus dari pemiliknya.
Kedepannya akan kami silangkan dengan berbagai betina yg telah kami seleksi di kandang kami.
Semoga hasilnya sesuai dengan harapan kami semua sebagai pencinta Mangonkong.
Helmy Krisno Saputra