01/02/2026
Board Of Peace
Berdasarkan analisis kritis terhadap inisiatif Board of Peace (BoP)βbadan bentukan Amerika Serikat yang bertujuan mengelola masa depan Gazaβterdapat lima bahaya utama yang dinilai dapat merugikan perjuangan Palestina dan memperkokoh penjajahan:
1. Perampasan Kedaulatan Rakyat Gaza:
Struktur BoP dinilai mengambil alih kendali penuh atas wilayah Palestina melalui dewan eksekutif yang didominasi pihak asing, sehingga menafikan hak rakyat Gaza untuk mengatur wilayahnya sendiri.
2. Pelucutan Senjata Perlawanan (Demiliterisasi):
BoP mendorong pelucutan senjata rakyat terjajah dengan dalih stabilisasi dan keamanan. Ini berpotensi melenyapkan kekuatan pertahanan Palestina di hadapan penjajah.
3. Absennya Keterlibatan Palestina:
BoP menonjolkan keterlibatan pihak luar dan penjajah dalam mendesain masa depan, sementara suara dan aspirasi langsung rakyat Palestina diabaikan dalam perumusan kebijakan tersebut.
4. Eksistensi Penjajah dipertahankan:
BoP dinilai tidak menyentuh akar masalah, yaitu okupasi dan penjajahan. Fokusnya lebih pada manajemen konflik yang membuat entitas penjajah tetap aman dan eksis.
5. Pemimpin Muslim sebagai Pengaman Penjajahan: Keterlibatan beberapa negara Muslim dalam BoP berisiko menjadi legitimasi semu yang justru membantu mengamankan status quo penjajahan, bukan memberikan kemerdekaan hakiki.
Kondisi ini dipandang bertentangan dengan prinsip kedaulatan Islam yang melarang kaum Mukmin dikuasai oleh pihak kafir/asing (TQS an-Nisa' [4]: 141).
Terus apakah kebijakan yang dilakukan oleh Presiden Prabowo salah? Tentu saja salah, karena dalam kamus Amerika Serikat tidak ada kata Perdamaian yang ada hanyalah Keuntungan. Apakah seorang Presiden sekaliber Prabowo tidak tahu tentang ini? Tentu beliau tahu, akan tetapi demi keamanan Politik beliau, maka beliau siap untuk melakukan apa saja, termasuk mengorbankan darah dan air mata dari saudara-saudara kita di Palestina. Amerika dan China benar-benar sudah berkuasa di negara ini. Mereka bisa menentukan siapa yang akan dan bisa dijadikan An*ing mereka untuk memimpin negeri ini. Kalau begitu Prabowo berdosa? Untuk hal ini ada 2 hal yang perlu dipertanyakan. Pertama, apakah seorang politikus takut akan dosa dan Tuhan? Kedua, siapa yang memilih Beliau sebagai Presiden? Bukankah kita semua? Kita sebagai rakyat telah mengamanatkan segala kebijakan negara kepada beliau, jadi ketika beliau melakukan dosa itu juga merupakan dosa kita semua. Selamat, sekarang DIMANA jiwa idealisme kita yang selama ini berkoar-koar, demi agama, demi persaudaraan, dan demi kemanusiaan maka Palestina harus merdeka? Semua hilang, karena pilihan kita, bukan karena siapapun. Mari berhenti menyalahkan, renungkan ini dosa kita. Dosa NU, Dosa Muhammadiyah, Dosa FPI, Dosa seluruh ormas Islam yang katanya ahlusunnah waljamaah. Kita yang menjadikan Prabowo sebagai Presiden, jadi kita juga yang akan mempertanggungjawabkannnya.
Plucker Mania Bengkulu