01/10/2026
Sekali hotel teteplah hotel.
walau dikata2in jelek lah, kumuh lah, banyak kepindingnya lah, tapi hotel Ria (skrg wisma Radin Inten) itu tanahnya secara tradisi turun temurun digunakan jadi tempat penginapan sejak lebih dari 100 taun lalu
dulunya tanah ini punya bangunan beken bernama hotel Juliana[1], yg kemungkinan berasal dan menghormati dari nama putri Juliana (yg nantinya jadi ratu Belanda) yg lahir di tahun 1909
dan hotel Juliana dulunya dianggap salah satu yg terbaik di Keresidenan Lampung[2], dan lokasinya jg strategis deket stasiun, deket pasar, deket kantor pos, deket kantor controleur, deket bioskop, dan deket societeit (bar) zuid sumatra
sayangnya, hotel ini jadi target pembakaran saat peristiwa agresi militer Belanda II[3], yg saat itu pake siasat bumi hangus, karena hotel ini adalah objek vital yg jadi tempat proklamasi kemerdekaan dan jg mess tentara[4] jadi jangan kaget kalo pemilik wisma ini adalah kodam Radin Inten
akhir kata, semoga tanah ini bakalan tetep jadi hotel (orangmah skalian direnov bagusan dikit bisa ga si)
---------------------------
[1] Topografische inrichting. 1916. "Telokbetong en Omstreken". Batavia: Topographische Inrichting.
[2] Java Motor Club. 1938. "Handboek voor toerisme in Nederlandsch-Indië". Semarang: Koninklijke Vereeniging Java Motor Club.
[3] Lian Pratama, Iskandar Syah, & M. Basri. 2014. "Upaya penyelamatan Karesidenan Lampung dari agresi militer Belanda II pada 1949". Bandar Lampung: Digital Repository Unila.
[4] Abd Rahman Hamid. 2024. "Tarikh Proklamasi di Tanah Lampung". Bandar Lampung: Magister Filsafat Agama Pascasarjana UIN Lampung.
-ownr