DuniaHewan-online.com

10/05/2026

Pemeliharaan ayam broiler pada tahun 2026 terus berfokus pada efisiensi, biosekuriti, dan kontrol lingkungan untuk menekan mortalitas. Pemilihan jenis kandang sangat menentukan manajemen harian dan performa akhir ayam.

Berikut adalah penjelasan detail mengenai pemeliharaan kandang terbuka vs tertutup, manajemen kematian, dan catatan anak kandang:

1. Perbandingan Pemeliharaan Ayam Broiler

Kandang Terbuka (Open House/Conventional):

Karakteristik:

Sangat bergantung pada kondisi cuaca, suhu, dan kelembaban lingkungan luar. Sirkulasi udara alami.

Manajemen:

Membutuhkan tenaga kerja lebih banyak untuk mengatur tirai, pakan, dan minum secara manual.

Biosekuriti lebih lemah karena risiko penularan penyakit dari luar (burung liar, tikus) tinggi.

Keunggulan:

Modal awal rendah.

Kelemahan:

Rawan stres panas (heat stress) saat cuaca panas, mortalitas cenderung lebih tinggi jika manajemen tidak ketat.

Kandang Tertutup (Closed House):

Karakteristik:

Lingkungan kandang (suhu, kelembaban, kecepatan udara) diatur secara otomatis oleh kipas (fan) dan cooling pad.

Manajemen:

Lebih terfokus pada kontrol teknis (mekanik).

Biosekuriti ketat, meminimalisir kontak dengan organisme luar.

Keunggulan:

Kepadatan populasi bisa lebih tinggi, performa (bobot dan FCR) jauh lebih baik, dan angka kematian lebih rendah.

Kelemahan:

Modal investasi awal tinggi dan ketergantungan pada listrik TikTok·farmloka +62.

Kematian Banyak Akibat Elektrik, Teknis, dan Manajemen

Kematian tinggi (lonjakan kematian/mortalitas) sering terjadi akibat kelalaian atau kegagalan sistem. Angka kematian dianggap wajar jika di bawah 3-5%.

Elektrik & Teknikal (Terutama di Closed House):

Mati Listrik & Generator Gagal:

Ini penyebab utama kematian massal dalam waktu singkat. Ayam kepanasan (heat stress) dan sesak napas karena kipas mati.

Kerusakan Kipas/Pad:

Salah satu kipas mati membuat suhu tidak merata.

Tirai Tertutup Terlalu Lama:

Kurang oksigen dan penumpukan amonia yang menyebabkan kematian.

Teknis Pemeliharaan (Manajemen):

Kepadatan Kandang (Overcrowding):

Ayam terlalu padat menyebabkan suhu panas berlebih dan kompetisi pakan, memicu stres.Litter (Alas Kandang)

Basah:

Memicu amonia tinggi, menyebabkan penyakit pernapasan dan pencernaan.

Manajemen Brooding (Masa Awal):

Suhu terlalu panas atau terlalu dingin pada 1-7 hari pertama, meningkatkan risiko kematian.

Manajemen Penyakit & Biosekuriti:

Vaksinasi Tidak Tepat:

Jadwal atau aplikasi vaksin salah.

Penyakit Mendadak:

Sudden Death Syndrome (kematian mendadak tanpa gejala sebelumnya) sering terkait aritmia jantung, nutrisi, atau genetik.

Penyakit Virus/Bakteri:
Newcastle Disease (tetelo),
CRD (ngorok),
Colibacillosis.

Apa yang Harus Diperhatikan pada Catatan Anak Kandang (Recording)

Catatan kandang adalah kunci deteksi dini. Anak kandang harus mencatat hal-hal berikut untuk mencegah kematian massal:

Kenaikan Kematian Harian (Mortalitas):

Jika kematian mendadak lebih dari 0,1% dalam satu hari, ini sinyal bahaya.Catat lokasi kematian (misal: di ujung kipas, di tengah, atau merata) untuk menganalisis apakah akibat teknis (kipas mati) atau penyakit.

Gejala Penyakit & Perilaku
Nafsu Makan/Minum Turun:

Catat konsumsi pakan harian.Suara/Pernapasan:

Terdengar ngorok (rattling), bersin, atau napas berat (gejala CRD/Coryza).

Feses (Kotoran):

Warna hijau, putih kapur, berair, atau berdarah.

Kondisi Fisik:

Jengger kebiruan (indikasi kurang oksigen/infeksi), mata tertutup/mengantuk, sayap menggantung.

Catatan Kenaikan Bobot (Sampling):

Jika berat badan tidak naik selama dua hari berturut-turut, tandanya ada masalah.

Lingkungan & Teknis:
Suhu (pagi, siang, malam).

Kelembaban (RH).

Kondisi litter (kering, lembab, basah).
Jumlah pakan dan minum yang dihabiskan.
pertanian.go.id +4

Tindakan Saat Angka

Kematian Naik:

Segera Isolasi ayam yang sakit, Buang bangkai dengan benar, dan Laporkan ke teknisi/dokter hewan lapangan.

4. Ringkasan Evaluasi
Komponen

Kandang Terbuka & Kandang Tertutup

Kandang terbuka; Risiko KematianTinggi (Cuaca/Penyakit)

Kandang Tertutup; Rendah (Terkontrol)

Kandang terbuka; Kematian Elektrik

Kandang Tertutup; RendahTinggi (Jika Genset Mati)

Deteksi Penyakit

Kandang terbuka;
Kandang Tertutup ; TerlambatCepat (Melalui Data)

Manajemen

Kandang terbuka; Manual/Tradisional

Kandang Tertutup; Teknis/Otomatis

Catatan:

Pastikan selalu menjaga kebersihan, sanitasi, dan biosekuriti secara ketat untuk mencapai angka mortalitas < 1% setelah minggu pertama.

Pernyataan mengenai gerak cepat Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menangani kasus rabies di Maros (6-8 Mei 2026) me...
10/05/2026

Pernyataan mengenai gerak cepat Kementerian Pertanian (Kementan) dalam menangani kasus rabies di Maros (6-8 Mei 2026) merupakan respons struktural berbasis data (klaster kejadian luar biasa) untuk menanggulangi penyakit zoonosis mematikan.

Langkah ini krusial mengingat rabies memiliki mortalitas hampir 100% pada manusia dan hewan setelah gejala klinis muncul.

Berikut adalah analisis keterkaitan pernyataan tersebut dengan data, fakta, vaksinologi, dan produk perusahaan kesehatan hewan di Indonesia:

1. Hubungan dengan Data dan Fakta Lapangan (Konteks Maros)

Kasus Gigitan & Kematian (Fact-Based Action):

Berdasarkan laporan, anjing positif rabies menggigit delapan warga.

Respon cepat Kementan melalui Balai Besar Veteriner (BBV) Maros adalah tindakan darurat untuk mencegah "kejadian luar biasa" (KLB).

Kecepatan Diagnostik:

Pengujian sampel otak anjing menggunakan metode Fluorescent Antibody Technique (FAT) dan Seller's dalam kurang dari 24 jam sangat krusial. FAT adalah gold standard untuk diagnosis rabies cepat dan akurat.

Zona Pengawasan:

BBV Maros menetapkan radius pengawasan hingga tiga kecamatan di sekitar lokasi kejadian untuk memperkuat "kompartemen" (daerah bebas) dari penyebaran virus.

Vaksinasi Darurat (Emergency Vaccination):

Penyelenggaraan vaksinasi darurat (target 500-1000 dosis) pada hewan penular rabies (HPR) di desa terdampak (Cempaniga, Cenrana, Sawaru) bertujuan menciptakan herd immunity (kekebalan kelompok) seketika di wilayah tersebut.
Instagram·FAJAR.CO.ID +42.

Kaitan dengan Vaksinologi Rabies

Prinsip One Health:

Penanganan rabies memerlukan kolaborasi sektor kesehatan hewan (Kementan/Dinas) dan kesehatan manusia (Dinas Kesehatan/Puskesmas) untuk memberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) pada manusia dan vaksinasi pada anjing, yang menegaskan pendekatan One Health.

Vaksin Inaktif:

Vaksin yang digunakan untuk respon darurat ini umumnya adalah vaksin inaktif (mati). Vaksin ini aman, tidak menyebabkan penyakit, dan efektif memicu antibodi jika diberikan sebelum hewan terpapar virus.

Imunitas Tahun Pertama:

Anjing yang divaksinasi pertama kali memerlukan booster setahun kemudian untuk mencapai perlindungan jangka panjang.

Manajemen Area Terdampak:

Vaksinasi darurat pada radius kasus aktif sangat efektif karena anjing yang divaksin akan menjadi "tembok" yang menghentikan rantai penularan ke hewan lain.

Produk dari Romindo, Zoetis, dan Sanbe Farma (Caprifarmindo)

Perusahaan-perusahaan ini memiliki produk vaksin rabies yang beredar di Indonesia dan relevan dengan situasi penanganan darurat:

PT Romindo Primavetcom:

Rabisin:

Vaksin rabies inaktif terpercaya yang diindikasikan untuk anjing, kucing, dan HPR lainnya. Sering digunakan dalam program vaksinasi massal karena efektivitasnya yang konsisten.

Eurican DHPPi2-L:

Vaksin kombinasi yang sering digabungkan dengan vaksin rabies.Zoetis Indonesia:

Vanguard Rabies

1: Vaksin inaktif 1 tahun yang efektif untuk anjing, kucing, dan hewan mamalia lainnya.

Kolaborasi (Donasi):

Zoetis aktif melakukan donasi dan kampanye Breaking Rabies Boundaries yang mendukung inisiatif One Health pemerintah.

Sanbe Farma (melalui PT Caprifarmindo Laboratories):

CAPRIVAC RBS:

Vaksin rabies inaktif (tissue culture) yang diproduksi lokal oleh PT Caprifarmindo Laboratories.

Pilot Project:

Caprivac RBS telah digunakan dalam program pilot project vaksinasi, termasuk di daerah endemis tinggi seperti Bali, membuktikan kualitasnya dalam penanganan rabies di Indonesia.
PromoVet +7

Kesimpulan

Kasus di Maros 2026 ini diatasi dengan koordinasi cepat (BBV Maros-Dinas Pertanian-Kementan), investigasi dini (FAT), dan vaksinasi darurat menggunakan vaksin inaktif berkualitas (seperti Rabisin, Vanguard, atau Caprivac RBS) untuk menghentikan rantai penularan rabies (Zero Death 2030).

Harga terbaru, vaksin PUSVETMA 2026
26/04/2026

Harga terbaru, vaksin PUSVETMA 2026

06/02/2026

Enzaprost T adalah sediaan hormon sintetik yang digunakan dalam dunia peternakan (khususnya sapi dan babi) untuk mengatur siklus reproduksi. Obat ini merupakan analog prostaglandin

F2αcap F sub 2 alpha end-sub

𝐹2𝛼

(PGF2α) alami yang bekerja dengan cara luteolitik (menghancurkan korpus luteum) dan uterotonik (merangsang kontraksi rahim).

Berikut adalah penjelasan rincinya:

1. Kandungan dan Komposisi

Zat Aktif: Dinoprost Tromethamine (setara dengan 5 mg Dinoprost per 1 ml).

Bentuk: Larutan injeksi (suntik).

Fungsi Aktif: Merupakan senyawa yang mirip dengan prostaglandin alami yang diproduksi tubuh untuk memicu lisis (penghancuran) korpus luteum.

2. Mekanisme Kerja

Enzaprost T bekerja dengan cara memicu luteolisis (penghancuran korpus luteum) pada ovarium. Korpus luteum adalah jaringan yang memproduksi progesteron untuk mempertahankan kehamilan. Ketika Enzaprost T disuntikkan, korpus luteum hancur, kadar progesteron turun drastis, sehingga menghilangkan penghambatan pada hipofisa. Hal ini memicu pelepasan hormon FSH dan LH, yang mengakibatkan kembalinya siklus estrus (birahi) baru.

3. Indikasi (Kegunaan)

Sinkronisasi Estrus (Birahi Serentak): Digunakan untuk menyeragamkan waktu birahi pada kelompok sapi/babi agar mudah dikelola dalam program inseminasi buatan (IB).

Pengobatan Subestrus/Silent Heat: Membantu memicu birahi pada hewan yang memiliki korpus luteum fungsional namun tidak menunjukkan gejala birahi yang jelas.

Metritis Kronis/Pyometra: Membantu mengobati infeksi rahim (metritis) dengan merangsang kontraksi rahim untuk mengeluarkan nanah atau cairan abnormal.

Induksi Partus (Kelahiran): Mengontrol waktu melahirkan pada induk babi atau sapi di akhir masa kehamilan.

4. Dosis dan Cara Pemberian

Cara Penggunaan: Injeksi intramuskular (suntik otot).

Dosis Sapi: Umumnya 5 ml (setara dengan 25 mg dinoprost) per ekor.

Respons: Sapi biasanya menunjukkan birahi dalam 2 hingga 5 hari setelah penyuntikan (paling umum hari ke-3).

5. Masa Penarikan (Withdrawal Time)
6. Peringatan Keamanan

06/02/2026

Lapangan
Kemajiran Kebuntingan
dan Responsif PGF 2 alfa

MediHerbal, AMMOTROL.. Herbal Pengontrol Amonia Kandang.. Mediherba adalah lini produk obat herbal/alami untuk hewan (te...
01/02/2026

MediHerbal, AMMOTROL..
Herbal Pengontrol Amonia Kandang..

Mediherba adalah lini produk obat herbal/alami untuk hewan (terutama unggas) yang diproduksi oleh PT Medion, pelopor obat hewan herbal di Indonesia. Produk ini diformulasikan dari ekstrak tumbuhan alami, aman digunakan, bebas residu, dan diproduksi dengan standar GMP (Good Manufacturing Practices).

Berikut poin penting mengenai Mediherba Medion:

Tujuan utama:

Sebagai alternatif/pendamping antibiotik untuk menjaga kesehatan, meningkatkan imun, dan memperbaiki produktivitas ternak tanpa residu bahan kimia.

Keunggulan:

Diproduksi berdasarkan penelitian ahli, terstandar, dan berkhasiat meningkatkan imun, nafsu makan, serta mengurangi bau amonia pada kotoran.

AMMOTROL adalah serbuk larut air yang mengandung ekstrak Yucca. AMMOTROL akan mengurangi bau di area peternakan, menurunkan FCR (Feed Conversion Ratio), meningkatkan kesehatan dan produktivitas ternak.

Kemasan
100 g, 250 g

Indikasi
– Unggas : mengontrol kadar amonia dan bau di area peternakan, menurunkan FCR (Feed Conversion Ratio), meningkatkan berat badan, dan memperbaiki produksi telur
– Babi : mengontrol kadar amonia dan bau di area peternakan, meningkatkan berat badan
– Ruminansia : mengontrol kadar amonia dan bau di area peternakan, meningkatkan performa ternak

Dosis
– Unggas : 0,5 – 1 gram per 2 liter air minum, diberikan setiap hari selama 1 – 2 minggu
– Babi, sapi, kambing, dan domba: 1 gram per kg pakan, diberikan setiap hari selama 1 – 2 minggu

Untuk disemprot ke feses:
– Pemberian awal : 30 gram serbuk dilarutkan dalam 1,5 liter air, disemprot ke 1 m3 (1000 liter) feses. Ulangi tiap 3 hari selama 15 hari
– Pengulangan : 15 gram serbuk dilarutkan dalam 1,5 liter, disemprot ke 1 m3 (1000 liter) feses seminggu sekali

Pada kondisi amonia ekstrim, dapat diberikan bersamaan via air minum/ pakan dan semprot feses

31/01/2026
https://www.facebook.com/share/r/1HAAYqvM1g/Burung Maleo (Macrocephalon maleo) adalah burung endemik Sulawesi yang terke...
24/12/2025

https://www.facebook.com/share/r/1HAAYqvM1g/

Burung Maleo (Macrocephalon maleo) adalah burung endemik Sulawesi yang terkenal karena keunikannya:

ia mengubur telurnya yang besar di pasir atau tanah hangat (panas bumi/matahari), bukan mengeraminya, dan anakannya langsung mandiri setelah menetas tanpa perawatan induk, namun terancam punah akibat perburuan telur dan perusakan habitat, menjadi ikon konservasi penting di Indonesia.
Ciri-Ciri Fisik

Warna Bulu:

Dominan hitam pekat di punggung, perut merah muda lembut, kulit wajah kuning, paruh jingga.

Kepala:

Memiliki tonjolan seperti jambul keras berwarna hitam yang disebut "konde".

Ukuran:

Mirip ayam, sekitar 55 cm, lebih sering berjalan kaki daripada terbang.

Keunikan Reproduksi

Penetasan Telur: Betina bertelur 1-2 butir di lubang yang digali di pasir/tanah, dihangatkan panas bumi atau matahari, bukan dierami induk.

Telur Besar:

Telurnya besar (5x telur ayam) dan butuh 80 hari untuk menetas.

Anak Mandiri:

Setelah menetas, anakan menggali ke permukaan dan langsung bisa terbang serta hidup mandiri tanpa induk.

Setia:

Burung maleo monogami (setia pada satu pasangan seumur hidup).

Habitat & Sebaran

Endemik Sulawesi:

Ditemukan di hutan tropis dataran rendah Sulawesi (Gorontalo, Sulteng) dan Pulau Buton.
Ladang Peneluran: Berada di area dengan pasir vulkanik/panas bumi, seperti pantai berpasir dan tepi sungai.

Ancaman & Konservasi

Terancam Punah:

Masuk kategori endangered (terancam punah) IUCN.

Penyebab:

Perburuan telur (pencurian telur), perusakan habitat (pembukaan lahan, perkebunan), kebakaran hutan, dan predator.

Upaya Konservasi:

Melibatkan pemerintah, masyarakat, dan LSM (seperti WCS) untuk melindungi habitat dan tempat peneluran.

04/12/2025

Hewan
Produk Poultry
Desember Ceria

Www.Duniahewan-online. ComWA 085645958812  PRODUK POULTRY  HEWAN  HEWAN  PANGAN PROTEIN HEWANI  INVESTASI 20 T UNTUK PET...
29/11/2025

Www.Duniahewan-online. Com
WA 085645958812

PRODUK POULTRY
HEWAN
HEWAN
PANGAN PROTEIN HEWANI
INVESTASI 20 T UNTUK PETERNAKAN AYAM TERINTEGRASI MULAI TAHUN 2026

Address

Lebak Indah Utara VII
Surabaya
60236

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when DuniaHewan-online.com posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Business

Send a message to DuniaHewan-online.com:

Share